Pekanbaru, 6 Juni 2024—Paradigma menaja diskusi perubahan iklim yang berkolaborasi dengan dua komunitas pegiat literasi yakni, Pekanbaru Book Party dan Kalistra UNRI. Kegiatan ini merupakan bagian dari sempena hari lingkungan hidup sedunia dan bagian dari diskusi series Paradigma. Diskusi kali ini mengusung konsep membedah buku yang berkaitan dengan isu perubahan iklim. Kegiatan diskusi ini banyak dihadiri oleh anak muda seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), berbagai organisasi kampus, kelompok literasi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Kegiatan diskusi ini dimoderatori oleh Reva Dina Asri, pematik pertama diskusi Putri Azzahra yang merupakan penggerak komunitas Pekanbaru Book Party. Putri membedah novel berjudul “Sarongge” karya Tosca Santoso yang banyak bercerita terkait perjuangan akvitis lingkungan di Desa Sarongge. “Buku Sarongge ini sangat kompleks dan buku ini relate dengan isu-isu lingkungan yang terjadi saat ini, kita sebagai anak kota banyak yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi diluar sana, ternyata banyak orang diluar sana yang terdampak akibat permasalahan lingkungan ini, deforestasi dan pembukaan lahan sehingga mereka kehilangan tempat tinggal ”, ucap Putri pada akhir pemaparannya.

Selanjutnya buku kedua yang dibedah adalah buku yang berjudul “Kesadaran Lingkungan” karya Prof. Amos Neolaka yang dibedah oleh Khariq Anhar. Merupakan penggerak komunitas Kalistra UNRI. Khariq banyak membahas konteks hubungan manusia dengan alam yang banyak dibahas dalam buku ini. “Jawaban dari Prof. Amos Neolaka, ada 2 langkah yang harus dilakukan untuk perbaikan lingkungan, yang pertama ajak dan didik anak-anak kita terkait dengan kesadaran lingkungan dan permasalahan tentang perubahan iklim sejak dini dan yang kedua pemimpin harus sadar akan pembangunan berkelanjutan”, kata Khariq.

Kemudian buku terakhir yang dibedah adalah buku karya Jalal yang berjudul “Mengurai Benang Kusut Indonesia”. Buku ini merupakan bunga rampai kumpulan dari artikel di beberapa media online. Buku ini dibedah oleh Sulaiman Akbar dari Paradigma. Pada pemaparannya Sulaiman banyak membahas kritikan dan keresahan Jalal atas kebijakan Pemerintah Indonesia. Sulaiman menyampaikan, “Ada 2 hal yang menjadi keresahan Jalal yang disampaikan lewat buku ini, yang pertama terkait state capture yang dimana kebijakan yang dirumuskan oleh Pemerintah itu dipengaruhi oleh perusahaan dan bahkan menguntungkan para korporasi ini. Dan yang kedua adalah masih banyak kebijakan Pemerintah terkushus kebijakan terkait lingkungan hidup yang sifatnya rethoric political will belum sampai tahap implementasi yang baik atau sampai pada real political will”.

Kemudian disesi akhir diskusi Sulaiman menyampaikan, “Anak muda bisa berperan dalam menyuarakan aspirasi dalam bentuk partisipasi publik dan Paradigma bergerak untuk penampung aspirasi dan masukan itu dan Paradigma sebagai pengkomunikasi dilevel kebijakan”. Kemudian Sulaiman melanjutkan, “Yang menjadi momok perubahan iklim ini adalah korporasi. Kebanyakan saat ini hanya berfokus terhadap bagaimana mengatasi gejala-gejala perubahan iklim seperti banjir, Intrusi air laut, dan karhutla. Kita jarang terfokus pada penyebab dari perubahan iklim yakni korporasi yang menjadi sumber penghasil emisi terbesar”.

Diskusi diakhiri dengan memberikan merchandise buku ke setiap pemateri. Sampai jumpa pada diskusi selanjutnya.#Paradigma



