Penandatanganan Implementing Arrangement antara Kementerian Kehutanan dan UNEP untuk proyek REDD+ membuka peluang pendanaan baru bagi perlindungan hutan di Indonesia. Paradigma menyambut baik langkah tersebut, namun Perhutanan Sosial harus menjadi prioritas implementasi melalui pendampingan masyarakat di tingkat tapak. Di tengah potensi El Nino dan meningkatnya risiko karhutla, penguatan pendampingan Perhutanan Sosial di Riau penting untuk menjaga hutan dan mencegah karhutla.
Pekanbaru, 26 Mei 2026—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026, dengan curah hujan musim kemarau berada di bawah normal atau lebih kering dari biasanya1. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan untuk antisipasi prediksi munculnya El Nino2.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Riau yang memiliki sejarah panjang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla periode Januari–Maret 2026 mencapai 55.324,2 ha secara nasional, dengan Riau sebagai provinsi kedua tertinggi setelah Kalimantan Barat, yaitu 8.555,37 ha. Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 2 Februari hingga 30 November 20263.
Paradigma menilai pemerintah harus memperkuat pencegahan karhutla di tingkat tapak. Mulai dari pencegahan di tingkat masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan dan ekosistem gambut, terutama yang sudah memperoleh hak kelola melalui Perhutanan Sosial.
Kasus kebakaran di Hutan Desa Sekodi, Bengkalis, menjadi contoh bahwa kawasan Perhutanan Sosial tidak otomatis aman dari ancaman karhutla. Meskipun masyarakat telah memiliki hak kelola, mereka tetap membutuhkan pendampingan untuk menjaga kawasan secara efektif.
Peluang pendanaan dari kerja sama Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (REDD+) antara Kementerian Kehutanan dan United Nations Environment Programme (UNEP) harus menjangkau kelompok Perhutanan Sosial, khususnya di ekosistem gambut yang rawan karhutla. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Kehutanan bahwa kerja sama dengan UNEP juga mencakup dukungan teknis untuk pengembangan Perhutanan Sosial dan usaha berbasis masyarakat4.
Dalam konteks Riau, pemerintah daerah perlu mengarahkan program GREEN for Riau untuk memperkuat Perhutanan Sosial di ekosistem gambut. Program ini dapat menjadi dukungan bagi masyarakat tapak melalui restorasi gambut, perlindungan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan gambut, serta penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat5.
Perhutanan Sosial penting karena menjadi salah satu ruang lingkup dari kebijakan Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 karena melibatkan masyarakat lokal secara langsung dalam pengelolaan hutan. Melalui pemberian hak kelola ini, masyarakat memiliki posisi strategis untuk menjaga kawasan, mencegah kebakaran, memulihkan ekosistem, dan mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Di Riau, capaian Perhutanan Sosial yang telah memiliki izin mencapai 181.121 ha, dengan 170 Surat Keputusan (SK) dan 32.296 kepala keluarga penerima manfaat.
Paradigma menegaskan bahwa Perhutanan Sosial harus menjadi salah satu instrumen penting dalam pencegahan karhutla di Riau. Pemerintah harus memberikan pendampingan Kelompok Perhutanan Sosial secara intensif dan berkelanjutan, mulai dari penyusunan rencana kerja, penguatan kelembagaan, pengelolaan tata air gambut, patroli partisipatif, sistem peringatan dini, hingga dukungan peralatan pencegahan dan pemadaman awal. Dalam implementasinya, masyarakat di kawasan Perhutanan Sosial tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat program, tetapi harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam perlindungan gambut dan pencegahan karhutla.
- https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prediksi-musim-kemarau-tahun-2026-di-indonesia ↩︎
- https://www.bmkg.go.id/berita/utama/perkembangan-musim-kemarau-dan-prediksi-el-nino-tahun-2026-kemarau-lebih-kering-dan-panjang-bmkg-tekankan-pentingnya-antisipasi ↩︎
- https://www.kehutanan.go.id/news/tekan-potensi-karhutla-riau-kemenhut-gelar-operasi-modifikasi-cuaca ↩︎
- https://www.kehutanan.go.id/news/kementerian-kehutanan-dan-unep-tandatangani-implementing-arrangement-untuk-perkuat-kerja-sama-redd ↩︎
- https://indonesia.un.org/id/294020-ambisi-iklim-indonesia-melaju-dengan-peluncuran-inisiatif-konservasi-dan-keberlanjutan-hutan ↩︎


